Monday, May 13, 2013

Lelapku Kanvasmu

Udara dingin malam ini menebal di ruang tamu
Dinding dan meja kursi jadi serupa balok es
Yang tergeletak di sini hanya raga. Jiwaku sedang di sana

Yang kuhirup di sini hanya aroma ceria dan ketawa mereka
Tapi tak terasa di diriku
Mungkinkah aku mati rasa?
Karena terlalu jauh melanglang buana ke negeri iguana
Berduri dan seringkali menikam

Tahu tidak kalau sebulan yang lalu
Jengah merambah menerabas ke segala arah
Hingga hanya satu arah yang membuatku bisa berlari---pulang
Mungkin cahya yang kemarin membawaku kemari redup sudah
Tergantikan warna-warni dan rupa menyilaukan
Menelan putih yang sejak kemarin pucat

Satu yang bisa membuat pipiku merona terlena
Ia jauh tapi bersanding dengan jiwaku
Mendekap erat lalu berpagut bukan atas alasan birahi
Ia yang selalu tahu caranya melukis dan menarikan dengan riang sebatang kuas di atas kanvas sanubari
Ia bukan sedang mewarnai, tapi melukis mimpi

Tahukah kalian warna mimpi itu?
Mungkin kalian bisa mengingatnya jika bisa
Yang ku tahu bagian otak 'sub-conscious mind' tidak bisa mentransfernya dari memori jangka pendek menjadi jangka panjang
Sehingga kita terkadang sulit mengingat mimpi kita apalagi warnanya
Buram, abu-abu, ah, entahlah apa warnanya

Ia, mampu melukiskan mimpi dengan begitu indah
Ia pelukis mimpi
Satu-satunya yang ada di dunia bukan mimpi ini
Atau memang dunia ini mimpi yang dilukisnya?
Aku tahu ia tak akan melukis begitu lama
Karena anugerah untuk tumbuh besar maka akan tiba waktunya ia mulai kenal apa itu petaka

Petaka yang mematahkan batangan kuasnya
Dan memaksa ia harus mengenali jutaan rasa yang digelar di pelataran semesta
Bahkan karena ketakutanku, aku ingin ia tetap selalu kecil dengan keajaiban-keajaiban yang mengitarinya
Mungkin itu yang bisa menjaganya lebih abadi dari apapun

'Childhood' yang mengekalkan segalanya
Dan masa itu yang selalu menggodaku untuk pulang
Melukis bersama mimpi-mimpi kami kembali
Miss you Sigi, my little Medusa
Ada yang tiba-tiba hangat di sini Kemudian mau lelap
Lelapku untukmu
Lelap yang sedari dulu menjadi kanvasmu


Powered by Telkomsel BlackBerry®