Tuesday, July 30, 2013

Bumiku

Turun ke jalan lalu mari melangkah
Sebab kaki untuk menggagahi Bumi
Jejaki setiap taman yang dirambati rerumput hijau
Meski seharusnya kaki kita tenggelam di kolam susu.

Di sini tak ada bidadari bertujuh
Hanya bidadari beribu
Mau pilih mana?
Rasanya Taman Firdaus tak seindah ini
Lalu kenapa merindunya?

Ada pula yang katanya bara api
Dan segala horor dan siksa
Tapi kenapa takut?
Bukankah kita tak pernah sekalipun merasakannya.
Diteror imajinasi. Dorrr!!!

Mari turun ke jalan kemudian berlari
Tangkap biru, panas dan warna udara
Kita tak akan benar-benar tahu kapan
matahari mengecup Bumi
Jadi tak perlu menggedor pintu keras-keras.
Tetaplah di luar.

Bumiku, semakin renta
Di punggungnya tak lagi banyak bulu tumbuh
Jangan cemberut jika aku terus mengelusmu dengan telapak kaki
Karena nanti kita akan saling besedekap
Kekal tanpa sorga dan neraka.
Hanya Bumiku.


Powered by Telkomsel BlackBerry®