Thursday, December 24, 2015

Membaca

buku-bukuku kutitipkan
pada mereka yang mengagungkan jahitan huruf-huruf
pun pada mereka yang enggan dan membiarkannya berdebu

aku gemar membaca
itu dulu
waktu begitu rakus menelan niat
aku pun terlalu sibuk

aku tak pintar menjejer buku-buku
mengutip sana-sini tiap halaman
aku sukar sekali ingat
maka ingin kucuri setiap ingatan orang
dengan membacai alam pikiran mereka

aku punya kegemaran lain sekarang
membacai pikiran-pikiran
katanya pikiran manusia seluas semesta
aku ingin masuk ke dalam
mencuri satu per satu makna
atau mungkin menangisinya

seperti kemarin, aku duduk di depan rumah
datang seorang ibu yang lusuh lantas meminjam uang
ia buruh cuci tak laku yang tak punya ongkos pulang
kawanku memberinya uang
ia pergi dengan 1000 doa
tepat usai adzan Magrib berkumandang

mataku mengusap jalan yang dilaluinya
hingga ibu itu hilang di ujung lorong
aku kembali membaca
1000 buku terhampar di pundaknya
helai-helai rambutnya jadi pembatas buku

begitulah, membaca