Thursday, January 7, 2016

tuhan (ku) gila

aku berpuisi atasmu
dengan genang suci di pusarku
usai serapal ayat dari lembar di laci

aku masih berpuisi denganmu
dengan namamu

aku bisa apa?
tuhan (ku) gila
wahyukan kisah-kisah darah
pada masalalu yang purba dan diraba-raba

tuhan bisa apa?

lihat mereka!
tanpa mata mereka berkata
BUNUH DIA!!!
seakan hidup hanya hadiah
dari tuhan

tuhan mereka

aku kembali berpuisi untukmu
tuhan (ku) gila
lihat ada aku sejuta yang melata
meliuk-liuk di atas tanah tundra
di antara rumput dan lumut

bukankah adam dan hawa dari sana?
dari tanah-tanah basah yang entah
tempat di mana ular lihai memagut
tanah yang direngkuh dari kepasrahan dan.... keputusasaan

aku coba berhenti berpuisi
sebab aku tak tahu lagi
aku atau tuhan yang gila
tuhan para pemilik mulut berserat

tuhan
ku
gila