Tuesday, February 2, 2016

Januari

sumber gambar ramalanku.weebly.com

Januari dalam jemari
menghitung setiap sihir yang tak pernah ada
nujum hanyalah perkataan leluhur
yang jauh-jauh hari telah dimakamkan oleh kata-kata
namun percaya adalah satu-satunya kesucian manusia

hari meloncat-loncat girang menuju sepekan
lalu bulan menggelinding menemu tahun
berganti-ganti pula rupa dalam cerita beribu
tapi Januari selalu istimewa
sebab ada awal yang terkutuk berkali-kali
terkutuk untuk harus percaya

kata orang tua dan orangtua
siklus manusia seperti Januari
menjadi mula yang bakal dituju lagi
mengulang tanpa disadari sebab hari terlalu girang
digaduhi mimpi-mimpi yang dijampi-jampi

kemudian datang lagi
sekali
dua kali
tiga kali
hingga usia terkali-kali
jemari kita terlipat-lipat keriput
terlalu banyak menghitung

Januari tak menunggu
tapi manusialah yang mencari
meski ia tak pernah sembunyi

Januari selalu istimewa
ia selalu tersenyum di awal hari
meski itu bukan senyum bidadari


*Catatan: Puisi ini kutulis di malam tahun baru. Rencana diposting 1
Januari. Tapi karena tahun baru mabuk, eh, kelupaan. Apes!