Monday, February 29, 2016

Secangkir Puisi

ada garis kenangan di tiap tetes
ada rindu yang kental menunggu
pada setiap cangkir kopi
yang buihnya adalah bait-bait puisi

hingga puisi-puisi usai
kopi masih jadi penawar mimpi
cerita dan ampas terus berjelaga
jadi satu pada warna-warna yang berbeda

satu gelas
dua gelas
kopi kerap berbatas

satu bait
dua bait
puisi terus berkait

secangkir kopi itu puisi
ada jeda yang rapat
ada yang tersisa pada aroma
ada yang kekal pada irama