Monday, September 19, 2016

Tangan-tangan Seringan Kupu-kupu

ilustrasi plus.google.com

                                          -untuk A.S.T

Mungkin tadi, kau baru saja menggerus karang
menyulam senyum atau menambal kesepian
dalam ruang yang berbaris mimpi-mimpi
seperti gigi
mimpi bisa kau tata rapi

Atau mungkin
kau baru saja menyeka keringat di pelipis seorang bocah
setelah bocah itu melingkarkan waktu di lengannya
waktu yang ia maknai sepanjang hari sebagai ibu
sama seperti kakaknya

Kau mengenal nasib sebagai keceriaan bersama
keceriaan pada senyum anak-anak
pada rambut mereka yang berbau matahari
pada motif-motif batik
atau pada lembar buku yang baru saja kau baca kembali

Kau menghadirkan huruf-huruf itu
yang saling merekat dan terus merunduk sebagai pertanda;
ada tangan-tangan seringan kupu-kupu hinggap kali ini
bertengger pada cerita yang telah terbagi
usai tawa lepas anak-anak di sebuah ruang baca

Ruang meski berjarak, semesta punya caranya sendiri
seperti melipat langit dan bumi
lalu meletakkannya dalam genggam
atau menyelipkannya pada lembar buku
sebagai pembatas ingat