Monday, July 1, 2013

“Ronin Ababil” Pembunuh Ayu

Terhenyak, tatkala tahu pembunuh Ayu Basalamah ternyata adalah dua orang Ababil (Anak Baru Gede Labil).
Sempat kemarin subur spekulasi pun demikian segala duga dan sangka yang menggosipkan bahwa kasus pembunuhan Ayu erat kaitannya dengan kasus pemukulan yang menimpanya.
Namun, toh akhirnya, segala duga dan sangka yang telah menjadi gosip publik itu, dalam sekejap mentah begitu saja, ketika kedua pelaku sebenarnya tertangkap.
Seantero Mongondow akhirnya tahu, dari hasil kerja pihak kepolisian telah ditetapkan dua tersangka pembunuhan yang usianya masih belasan tahun, yakni RZ (18) dan AA (17).
Saya mengistilahkan kedua pelaku pembunuhan―juga perampok―ini dengan sebutan "Ronin Ababil". Di Jepang, sebutan Ronin tak lagi hanya sekadar mengisahkan para Samurai yang kehilangan tuan/majikannya sehingga mereka hidup dalam pengembaraan, kegalauan, dan perampokan demi kehidupan. Sebutan Ronin di Jepang saat ini juga mengambarkan suatu keadaan dimana lulusan sekolah menengah umum yang gagal lulus tes masuk sekolah lain yang lebih tinggi. Yah, kita tahu kedua pelaku ini baru saja lulus sekolah menengah umum. Sedangkan Ababil adalah istilah yang populer dikalangan remaja kita yang berarti; Anak Baru Gede Labil.
Nah, kedua pelaku pembunuhan ini saya sebut sebagai Ronin Ababil yang menjadi "musuh" pengeksekusi Ayu. Motif (sementara) adalah perampokan yang berujung pada pembunuhan. Sial pula bagi gadis ababil berinisial KM (19) yang turut dijadikan tersangka lantaran ia menyimpan barang bukti hasil jarahan.
Saya tak habis pikir, kawan-kawan yang sempat saling bertukar cerita juga tak menyangka dua ababil ini bisa menghabisi korban dengan keji.
Ah, musuh Ayu ternyata tak lebih dari para pengutil nekat. Entah kenekatan ini juga dipicu hasrat "mo ba pumpun" karena tak lama laginya Lebaran, cuma mereka dan Tuhan yang tahu. Sukur-sukur jika penyidik diberitahu.
***
Bukan hendak mengaitkan kasus ini dengan Pilwako KK, namun dari kejadian ini (terbunuhnya Ayu) tak dapat kita bantah cukup mempengaruhi kontestan Pilwako yakni Muhamad Salim Lanjar - Ishak Sugeha (pasangan Laris-Manis), dimana Eyang (Bupati Boltim) selain sebagai Adik kandung kontestan (MSL) juga berdiri sebagai Juru Kampanye dan tim pemenangan. Sayangnya ketika Ayu terbunuh, meruyak spekulasi, gosip, duga dan sangka publik yang dialamatkan padanya. (Siapa saja aktor dibalik gosip ini punya hutang maaf pada Eyang).
Sekarang yang menjadi penting di sini, pembunuh Ayu Basalamah telah terkuak (semoga arwahmu menjadi tenang di alam barzakhi).
Ini sebuah kasus yang oleh Kapolres (mengutip di media)menjadi pertaruhan harga diri. Salut memang buat jajaran Polres Bolmong yang mampu membekuk para tersangka hanya dalam waktu 11 hari.
Sekedar catatan, masih ada harga diri lain yang wajib dipertaruhkan. Di Mongondow, masih ada sederet kasus menunggu harga diri itu menang. Bukan berada ditumpukan berkas dengan kode; "case is closed".

Powered by Telkomsel BlackBerry®