Monday, May 4, 2015

For Adew Mahasiswa from Kakaw Wartawan

Waduh, salut buat adew Febri. Bakat menulisnya memang ada, sejak saya sebagai admin blog Saung Laung Arus Balik, kerap dikiriminya tulisan. Isu-isu sosial budaya di Bolmong diulas cukup segar, enak dibaca pula.

Tak berapa lama, tulisan Febri (http://pondulakmongondow.blogspot.com/2015/04/galau-galau-wartawan-bolmong.html?m=1) bertengger di ruang chat saya. Waw! judulnya Galau-galau Wartawan Bolmong.

Hmm... karena saya wartawan di salah satu media di Bolmong, saya pun tertarik membacanya. Apalagi, judulnya mengenai kegalauan seorang wartawan, carut-marut, dan gundah gelisah menyesak di tenggorokan. Lantas wartawan itu bermonolog di sosial media (sosmed) dengah suara parau, sehabis menangis semalaman, inenggeng i galau na'a, lalu terciptalah dialog — curhat — ke adew Febri.

Oh, ternyata buntut dari kontrak berita pemerintah kabupaten (Pemkab), hingga berderetlah kalimat yang cukup puitis, "Belenggu itu bernama kontrak pencitraan." Oleh sebab kontrak Pemkab, akhirnya independensi wartawan dipertanyakan. Wartawan tak lagi bebas menguliti, mencerca, menerabas, me... me... meee apalagi ya?

Nah, buat adew Febri yang lagi menuntut ilmu di Makassar. Cukup elok perhatian adew kepada kakaw-kakaw wartawan di Mongondow. Betapa membikin terharu sehingga jangan heran, kalau kakaw-kakaw wartawan yang tengah ngopi di Jarod dan Korot, atau yang sedang berjibaku dengan deadline di kantor, tiba-tiba terlonjak dari kursi, saat menyimak paragraf demi paragraf tulisan.

Namun sebaiknya, ada satu yang lebih dulu adew pelajari dengan lebih matang, kalau perlu adew telanlah pil tuntas sekalian. Agar niat adew tak cumak jadi bahan lelucon kakaw-kakaw wartawan di sini yang, adew tahu, paling jago ba ajar, ba bully, deng ba poleke.

Nah, supaya niat baik tak jadi bahan bully, maka adew disarankan:

1. Adew buka KUBI atau KBBI dan lihat apa arti KONTRAK.
2. Adew cari tahu apa arti IKLAN dan BERITA.
3. Adew sedang bermain yongkit tulu', kalau untuk urusan tiga kata itu belum di atas meja hijau, tapi nekat merangsek ke ranah "penghakiman" kepada kakaw-kakaw. Nanti kena ketok palu hakim bully lagi.

Adew tahu, media dikontrak bukan berarti lidah wartawan menjulur seperti anjing, terus menjilati bokong si pejabat A dan si pejabat B. Ah, pokoknya adew kudu ke rumah kopi nanti kalau sudah mudik ke Kotamobagu. Silakan wawancara kakaw-kakaw, sebelum dibully.

Adew tahu kan? bully di Mongondow sepertinya lebih kejam dari eksekusi mati, apalagi ibu tiri. Ari Hanggara pun, enggan di-bully orang Mongondow. Ratapan Anak Tiri, akan menjelma judul jadi Ratapan Anak Bully. Di sini. Iya, di sini. Oh, sudahlah, adew juga tidak kenal Ari Hanggara. Filmnya masih zaman kakaw-kakaw.

Lalu soal standar kompetensi wartawan, adew sudah bacai semua berita mentah kakaw-kakaw di sini? Waduh, pasti jauh lebih bagus adew menulis yah? Nah, coba melamar jadi wartawan usai kuliah yah, biar adew bisa ikut berenang dan menyelam di samudera asin, tinimbang berasyik-masyuk dengan ketipak-ketipuk air di wahana pemandian, lalu menuding percik sana-sini.

Kakaw bilang, ada yang mo dapa pangge ka biru ini tante!Ada yang mo oleng ini tante!

Terus, soal media abal-abal. Coba adew deret dengan begitu rapi, nama-nama media itu, serapi dereten pagar level tujuh di Clash of Clan (CoC) yang suka adew mainkan. Juga teman adew itu, bisa berkenalan dengannya? apalagi semua wartawan di Bolmong kan, serupa kepompong kata Sindentosca. Alangkah superhero-nya dia, jika menuliskan kegundahan hatinya itu sendiri. Atau sudahlah, temanmu itu mungkin hanya ingin menjadi ghost writer.

Namun, satu saran dari adew kepadanya, alangkah lebih elok jika tidak ia terima, soal berhenti saja dari media tempat ia mengais gold, elixir, dan dark elix. Sebab nanti, dengan apalagi ia meng-upgrade wizard tower-nya? membeli air sweeper, mengecat pagar hingga berapi-api. Karena tanpa kontrak, iklan, dan berita itu, CoC-nya mungkin tak akan sampai Town hall level 9. Atau barbarian king dan archer queen-nya tak sampai memakai toga. He-he-he....

Begini dulu ya adew tersayang, kalau sudah matang mengartikan kata KONTRAK, IKLAN, dan BERITA, adew menulis lagi yah. Kakaw-kakaw wartawan ingin membaca lagi, apa yang menggelinjang dalam dada temanmu itu. Si wartawan pula.