Sunday, June 26, 2016

Sejarah Bapumpun

theduhbrain.blogspot.com

Pada suatu ketika yang belum lampau, jelang lebaran, seorang Mamak membawa putra kesayangannya ke Manado. Mereka bertolak dari kampung halaman di Bolmong, untuk pergi ke pusat perbelanjaan ternama di sana. Nama tempat itu terkenal dengan sebutan Mantos. Itu akronim dari Manado Town Square. Tempat shopping paling riuh jika lebaran tiba.

Di Mantos, saat tengah asyik melihat-lihat, tiba-tiba sang anak menarik lengan Mamaknya.

"Mak, di situ bagus-bagus tu baju," kata anak itu dengan dialek khas, sembari menunjuk satu toko pakaian.

"Oh, Planet Srup."

"Planet Surf, Mak," ralat anaknya.

"O'o, tua maksud Mamak ule, Umpil.(Iyo, itu no Mamak pe maksud kasiang, Umpil)" 

Nama anak itu sebenarnya Jupri. Umpil adalah nama kesayangan. Dengan langkah meyakinkan, Mamak dan Umpil masuk ke dalam Planet Surf. Mamak mengantongi uang sebanyak tiga juta. Itu hasil jualan bebek dan ayam di desa. Tiga juta, sudah lebih dari cukup untuk belanja baju dan ongkos pulang-pergi.

"Bapalih jo," kata Mamak.

Umpil mulai mengitari seisi toko. Selang beberapa menit kemudian, ia kembali menemui Mamaknya, dengan beberapa helai pakaian yang terkulai di kedua lengan dan pundaknya. Seorang perempuan bermata biru berdiri tepat di belakang Umpil. Sudah sejak tadi perempuan itu membututi.

"Sudah?" tanya Mamak.

"Iyo."

"Cuma itu dang? Ndak motambah?" tanya Mamak lagi. Masalahnya ada bawa doi tiga juta ini.

"So boleh ini, Mak."

"Apa-apa itu, Umpil?" tanya Mamak begitu lembut kepada putra semata wayangnya itu. Lalu ia mulai memilah pakaian yang dibawa anaknya.

"Kaos dua, calana panjang satu, ceper satu," hitung Mamak.

"Tambah ika pinggang, spatu, slop, deng topi," kata Umpil.

"Oh, mari jo bawa ka kasir," ajak Mamak.

Perempuan bersoftlens biru di belakang Umpil tadi, turut mengantar mereka menuju meja kasir. Mereka disambut laki-laki bertato dan berambut mohawk. Laki-laki itu ramah menyambut.

"Edodoe, pe ganteng ni ibu pe anak ini e. Apalagi so pake topi Spyderbilt," kata si kasir, stenga-stenga ba odon.

Mamak dan Umpil tersipu malu. Tapi pancaran sinar mata Mamak, mengisyaratkan kebanggaan mendengar odon-odon si kasir, yang mengatakan putranya tampan. Mamak segera menggenggam dompet yang tadinya ia selipkan di ketiaknya.

Si kasir mohawk mulai menghitung harga semua belanjaan.

"Brapa samua?" tanya Mamak memastikan, sambil menghitung lembaran uang di dalam dompet.

"Enam juta lima ratus ribu," kata si mohawk.

"Apa!" teriak kencang Mamak. Si mohawk dan si mata biru, kaget. Pandangan orang-orang seisi toko, tertuju ke arah meja kasir.

"Boliiii bi' bembeeeee' bunsit kona'a! Intaaaa mobuiiiii! (Harga kambing hamil katu' di sini! Manjo pulang!)" teriak Mamak.

"Hai, kiapa ini, Mak?" Umpil terheran-heran.

"Apa itu ibu' bilang?" bisik si mohawk kepada si mata biru.

"Nintau le," balas si mata biru. Mereka berdua juga heran dengan tingkah si Mamak.

"Inta mobui! Mani'ka momumpun don kon bobata'an ta inilad kon baloi! (Manjo pulang! Tau-tau mo ba angka pakean da jumur di rumah)" teriak Mamak lagi.

Kemudian, Mamak dan Umpil kembali ke desa. Sepanjang perjalanan Umpil terlihat sedih. Tapi sesampainya di rumah, Mamak membujuk Umpil dengan membawanya pergi membeli anak kambing betina, dengan harga yang terjangkau. Sisa uang dipakai untuk keperluan lainnya. Umpil sangat senang sebab punya peliharaan kambing.

Seiring waktu, Umpil kembali dibelikan seekor anak kambing jantan oleh Mamaknya. Sepasang sudah. Hingga akhirnya kambing betina dan jantan itu menghasilkan anak-anak kambing yang lucu.

Papaknya Umpil yang seorang petani, juga bahagia melihat putranya yang telah tumbuh dewasa, dan akhirnya menjadi peternak kambing yang sukses di desa mereka.

"Butul pa Mamak dulu. Tau-tau bapumpun (ba angka) baju di jemuran. Tu baju-baju masih bagus mo pake hari raya," kenang Umpil. Mereka sekeluarga akhirnya hidup serba berkecukupan dan bahagia.

Sejak itulah, kata pumpun yang dalam bahasa Mongondow diartikan mengangkat baju di jemuran, menjadi kata yang lekat setiap kali lebaran tiba. Pumpun, bisa berarti pergi shopping.