Sunday, March 20, 2016

Desaku Eropassi


kami menamainya Eropassi
cuacanya serupa Eropa
gigil kala malam kerap kami ungguni
dengan bara dan pelepah-pelepah kisah

kami tumbuh dengan kebiadaban-kebiadaban
mencuri dengan alasan: kami remaja! kami harus nakal!
kemudian hanya tegur atau tampar memerah di pipi
itu sudah biasa

pada malam Eropassi kami setia menemu pagi setiap hari
paru-paru telah terbiasa dengan embun
kulit pun bersisik ikan
sebab tawa menciptakan itu

mamak-mamak kami gemar menyediakan masakan lezat
lidah kami suka diminta mencicipi
papak-papak kami pun rajin menafkahi
kekar dan berototkan logam

lalu kami yang pergi pasti ingat kembali
rindu pada lipatan-lipatan selimut dan pakaian
rindu akan pekarangan yang serupa semesta
rindu simpang tiga dan tanah lapang yang ramai

Ya... Eropassi adalah puisi
dimana setiap bait jadi temali yang menyimpul darah
dan huruf-huruf yang menyusun belulang
jasad kami kekal di sini